Tak Ingin Seremonial, PC GP Ansor Wonosobo Tetapkan Tiga Fokus Gerakan

Nazlal Firdaus Kurniawan

Penulis

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Wonosobo menegaskan arah gerakan organisasi yang lebih membumi dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Pada masa khidmah 2025–2029, GP Ansor Wonosobo menetapkan ketahanan pangan, ekoteologi, dan penguatan ekonomi kader sebagai fokus utama program kerja.   Penegasan tersebut disampaikan Ketua PC GP Ansor Wonosobo, Aufa Mujtahid, usai pelantikan pengurus di Sasana Adipura Kencana, Jalan Sindoro, Wonosobo, Senin (22/12/2025).


Menurutnya, dinamika sosial dan ekonomi daerah menuntut organisasi kepemudaan keagamaan untuk bekerja lebih konkret, tidak sekadar hadir dalam kegiatan seremonial.


Sumber: Ia menjelaskan, fokus tersebut lahir dari kebutuhan riil masyarakat sekaligus tantangan internal organisasi. Karena itu, kader didorong mengambil peran yang terukur, sesuai kapasitas, serta dapat dievaluasi dampaknya bagi masyarakat.   Aufa menilai ketahanan pangan sebagai isu strategis yang berkaitan langsung dengan ketahanan keluarga. Sementara ekoteologi diposisikan sebagai pijakan gerakan yang menghubungkan kepedulian lingkungan dengan nilai-nilai keagamaan yang hidup di tengah masyarakat Wonosobo.   Adapun penguatan ekonomi kader, lanjutnya, menjadi prasyarat penting bagi kemandirian organisasi. Kader yang kuat secara ekonomi dinilai lebih leluasa bergerak, tangguh menghadapi tekanan sosial, dan siap menjalankan program-program sosial kemasyarakatan.


Dalam kesempatan itu, Aufa kembali menegaskan komitmen GP Ansor Wonosobo untuk hadir sebagai problem solver di tengah masyarakat. Program internal organisasi diharapkan mampu terhubung langsung dengan kemanfaatan sosial yang dirasakan publik. 

 Di hadapan kader, ia juga menggarisbawahi posisi GP Ansor sebagai garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai keulamaan dan pesantren. Menurutnya, berbagai persoalan yang muncul belakangan harus dijadikan bahan evaluasi bersama tanpa menggeser identitas dasar organisasi.   “Basis utama GP Ansor adalah pesantren. Karena itu, kami akan terus memperjuangkan cita-cita mulia para ulama,” tegasnya.   Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Tengah, Muhamad Shidqon Prabowo, menekankan pentingnya sinergi PC GP Ansor Wonosobo dengan struktur Ansor di tingkat wilayah hingga pusat, serta dengan jam’iyah Nahdlatul Ulama (NU).   “Ansor harus selalu satu barisan dengan NU. Ketika NU bergerak ke kanan, Ansor harus mengikuti. Sinergi ini menjadi fondasi utama dalam gerak organisasi,” ujar Shidqon.   

Ia juga mendorong penguatan kolaborasi dengan pemerintah daerah. Menurutnya, banyak program strategis yang hanya dapat berjalan optimal melalui kerja sama lintas sektor.   Pelantikan tersebut turut dihadiri Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat. Ia menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus PC GP Ansor Wonosobo dan menilai dominasi pengurus muda sebagai modal penting bagi pembangunan daerah.   “Selamat atas pelantikan ini. Banyaknya pengurus yang masih muda ini harapannya bisa bersama-sama membangun Wonosobo,” ujarnya.   Afif menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak bisa diserahkan kepada satu institusi saja. Kolaborasi lintas elemen, menurutnya, menjadi kunci dalam menjawab berbagai tantangan sosial dan agenda pembangunan.   “Kalau saya sendiri tidak bisa, Pak Kapolres sendiri juga tidak bisa. Maka sesarengan mbangun Wonosobo adalah jawaban yang harus diselesaikan bersama,” pungkasnya.


Sumber: https://jateng.nu.or.id/regional/tak-ingin-seremonial-pc-gp-ansor-wonosobo-tetapkan-tiga-fokus-gerakan-IJwSo